Kak Seto sarankan sekolah bentuk satgas antibulliying

Posted on


kabarhariankini.com – Baru-baru ini, kasus kekerasan terhadap anak terjadi lagi di Indonesia. Seorang anak bernama Audrey asal Kalimantan, dianiaya beberapa pelajar. Ia mengalami luka-luka dan memar di bagian tubuh.

Fenomena ini mendapat banyak perhatian dari warganet hingga artis. Semuanya menunjukkan kegeraman terhadap sang pelaku. Kalangan seleb papan atas pun ikut angkat bicara seperti Deddy Corbuzier, Reza Arap Oktovian, dan yang terbaru Raditya Dika.

BACA JUGA :  7 Cocoklogi jutsu Naruto dengan profesi ini bikin geleng-geleng kepala

kak seto raditya dika © 2019 brilio.net

foto: Instagram/ @raditya_dika

Raditya Dika menggandeng tokoh pemerhati anak Seto Mulyadi (Kak Seto) untuk berdiskusi di akun YouTube mengenai bullying. Dalam video YouTube Raditya Dika berdurasi 45 menit berjudul “AUDREY DAN BULLYING (FT. KAK SETO)” ini, mereka membahas kasus bullying yang ada di Indonesia berikut alternatif solusinya. Kak Seto berpendapat dengan mengutip hukum yang berlaku, bahwa anak harus dilindungi oleh guru, pengelola sekolah, teman dan masyarakat lingkungan sekolah.

BACA JUGA :  Cewek Pun Bisa Dapat Bayaran Tinggi dari 6 Profesi Ini. Kelak Nggak Akan Merepotkan Suami

Kak Seto juga menawarkan solusi agar pihak sekolah membentuk satuan tugas antibulliying. Hal ini dengan tujuan agar dapat menciptakan atmosfer sekolah ramah anak. Kak Seto menilai cara ini dirasa penting karena menyangkut undang-undang yang berlaku. Dalam undang-undang mengatakan bahwa orang yang tahu ada tindak kekerasan terhadap anak dan tidak melapor akan dikenakan sanksi pidana 5 tahun penjara. Dalam forum disuksi tersebut, Kak Seto menggaungkan gerakan BERLIAN, kepanjangan dari Bersama Lindungi Anak.

BACA JUGA :  10 Objek Absurd yang Ternyata Bisa Aja Dimakan Kalau Mau. Dari Kapur, Batang Pohon, Sampai Tanah!

Kak Seto juga memberikan edukasi kepada orang tua bagaimana cara mendidik anak secarabaik. Pendidikan dapat dilakukan dengan memperlakukan anak sebagai sahabat. Anak juga harus diberi hak berpartisipasi aktif, sehingga suara anak didengar oleh orangtua. Cara ketiga adalah memperlakukan anak dengan berdiskusi dan mencari win win solution atau solusi yang adil dan seimbang.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *