Curhat keluarga WNI korban penembakan masjid Selandia Baru

Posted on


kabarhariankini.com – Penembakan brutal yang terjadi di dua masjid Selandia Baru meninggalkan luka mendalam. Dalam peristiwa tersebut, enam WNI juga turut jadi korban. Setidaknya ada enam WNI yang berada di masjid kota Christchurch saat kejadian berlangsung, Jumat (15/3) pukul 13.40 waktu setempat.

Sebelumnya dikabarkan tiga WNI berhasil melarikan diri dan selamat. Sementara lainnya masih dalam tahap pencarian. Kabar terbaru yang kabarhariankini.com lansir dari Antara, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir mengungkapkan kalau dua WNI berhasil diidentifikasi.

Dua WNI tersebut merupakan seorang ayah dan anak. Meski dapat selamat dari serangan tersebut, keduanya mendapat luka tembak. Namun hingga kini, pria bernama Zulfirman Syah dan anaknya yang menjadi korban masih mendapatkan perawatan di Christchurch Public Hospital.

BACA JUGA :  Reino Barack unfollow IG Luna Maya, sudah move on dari mantan?

curhat keluarga korban wni © Facebook/altasacra

foto: merdeka.com

Salah seorang anggota keluarga yakni istri dari Zulfirman sempat menuliskan curhatan di akun Facebook miliknya. Pemilik akun bernama Alta Marie ini mengabarkan kalau anak dan suaminya selamat, namun mendapatkan beberapa luka tembak.

“Suami saya Zulfirman Syah dan anak, keduanya hidup, tapi terluka. Keduanya ditembak dalam serangan hari ini di Linwood Islamic ceter di Christchurch, Selandia Baru (di mana kami baru saja pindah 2 bulan yang lalu). Suami saya, Jul, ditembak di beberapa tempat dan memiliki lubang di paru-parunya (dari apa yang saya dengar) meskipun saya belum melihat dia karena dia masih dioperasi,” ungkap Alta Marie memulai curhatannya.

BACA JUGA :  8 Hal wajib diperhatikan biar sukses daftar CPNS, jangan pakai ponsel

Keduanya tertembak di Linwood Islamic center di Christchurch, Selandia Baru. Zulfirman mendapat beberapa luka tembak di tubuhnya dan paru-parunya dikabarkan bocor. Sementara itu anaknya ditembak di bagian kaki dan punggungnya.

Aku baru-baru ini bertemu dengan anak laki-laki saya, yang memiliki luka tembak di kaki dan punggung. Dia trauma, tapi kita semua hidup. Terima kasih atas doa dan pesan-pesan kekhawatiran anda,” ujarnya menutup postingannya.

BACA JUGA :  Kisah Kusnandar, si driver ojek online pembawa selang penolong

Alta Marie memosting curhatan ini pada lima jam yang lalu, tepatnya pada pukul 11.37 WIB. Lantas pada kolom komentar postingan tersebut mengalir doa kepada keluarga yang baru saja pindah ke Selandia Baru sejak dua bulan lalu ini.

Semoga dikuatkan… Disembuhkan…. Allah selalu ada untuk hati yang yakin. Peluk mbaak,” tulis akun Richanah Hanif.

Semoga anak dan suami cepat pulih… ikut prihatin dgn apa yg menimpa,” kata akun Sunny Sunny.

Semoga Allah permudah proses pengobatannya. #ComeBackStronger,” ujar akun Mulkan Arsyuddin.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *